Senin, 29 Januari 2018

OSECHI KHAS JEPANG






Sejarah O-sechi di Jepang

Osechi ryouri memiliki sejarah panjang dari Periode Heian (794–1185) hingga kini. Dalam bahasa Jepang, istilah "Osechi" dulunya berarti pergantian musim yang dikenal dengan sebutan sechi-nichi atau sekku. Sejak zaman dulu, awal tahun baru (tanggal 1 bulan Januari) merupakan salah satu hari pergantian musim (sechi-nichi) untuk merayakan kepulangan dewa padi ke gunung dan persembahan untuk dewa keberuntungan datang ke rumah serta memberikan setiap anggota keluarga keberuntungan dan kebahagiaan. Di zaman sekarang, perayaan tahun baru merupakan satu-satunya perayaan pergantian musim yang tersisa di Jepang, sehingga istilah osechi hanya digunakan untuk masakan tahun baru. Setiap masakan dalam osechi ryouri dimasak sedemikian rupa sehingga tahan lama. Sebagian besar masakan osechi dimasak sangat manis, asin, atau diacar dengan cuka. Makanan juga harus dimasak hingga betul-betul kering agar tahan lama. Selama tahun baru, Selama 3 hari pertama diawal tahun, orang Jepang tidak boleh menggunakan tungku dan memasak makanan selain zoni (sup berisi mochi). Hal ini dilakukan untuk menghindari luka atau terbakar akibat memasak, yang menandakan kemalangan sepanjang tahun. Kebiasaan tidak memasak selama hari tahun baru sudah ada di Jepang sejak paruh kedua zaman Heian.

Perkembangan O-sechi di Jepang
Secara tradisional, osechi terdiri dari O-toso adalah sake untuk kesehatan yang diminum di pagi hari awal tahun, Iwaizakana (祝い肴) adalah tiga macam masakan untuk teman minum sake, Zōni adalah sup berisi mochi, dan Nishime adalah  sayur-sayuran dimasak dengan kuah dashi, kecap asin, dan mirin (gula pasir). Pada awalnya masakan osechi merupakan masakan rumahan yang hanya di buat oleh setiap istri dan ibu rumah tangga, tetapi kini seiring berjalan dengan perkembangan zaman banyak restoran dan tempat penjualan masakan lainnya yang menjual o-sechi dengan menu masakan yang bervariasi dan kotak memiliki bentuk dan motif yang beragam dan menarik, namun tetap tidak meningalkan arti yang terkandung dalam masakan tersebut. Walaupun sekarang dunia sudah modern, teknologi sudah maju dan banyak restoran yang tetap buka di tanggal 1 dan 2 Januari, tapi kebiasaan membuat osechi ryouri itu masih hidup sampai sekarang. Di zaman sekarang, osechi sering berarti masakan mewah untuk tahun baru. Masakan osechi bukan saja berupa masakan khas Jepang yang dimasak dengan kecap asin, gula, atau mirin, tapi bisa juga berupa masakan Barat dan masakan Cina. Masakan osechi ala Barat disebut seiyō-osechi (西洋お節), sedangkan masakan osechi ala Tionghoa disebut chūkafū osechi (中華風お節). Makanan osechi yang dulunya merupakan masakan rumah, tapi sekarang karena memakan banyak waktu untuk membuatnya, kini masyarakat Jepang memilih membeli osechi yang sudah jadi di swalayan dipesan di tempat, rumah makan, dan toko kelontong, meski harganya relatif mahal. Dan kini juga masyarakat bisa mengunakan jasa pesan antar, serta tidak ada perbedaan keistimewahan antara osechi yang dibeli maupun yang dibuat sendiri.                                                                                                                                                   


          Makna osechi di tahun baru
Osechi-ryōri (御節料理) masakan o-sechi adalah masakan yang disiapkan untuk merayakan kepulangan dewa padi ke gunung sebagai tanda pergantian musim dan persembahan untuk dewa keberuntungan datang ke rumah serta memberikan setiap anggota keluarga keberuntungan dan kebahagiaan. Sekarang O-sechi digunakan untuk menyebut berbagai masakan istimewa untuk merayakan tahun baru di Jepang. Sering cuma disebut o-sechi atau shōgatsu-ryōri (正月料理) masakan tahun baru. Masakan tahun baru ditata rapi di dalam kotak kayu bertingkat yang disebut Ojūbako (重箱). Pada umumnya hanya lauk yang ditata di dalam kotak kayu bersusun yang bisa disebut masakan osechi dan setiap masakan osechi selalu memiliki makna tersendiri. Kotak kayu bersusun untuk masakan osechi dipercaya sebagai perlambang keberuntungan yang berlipat lipat.


Arti wadah atau kotak osechi
Masyarakat Jepang pada umumnya menyantap osechi ryouri di tahun baru. Osechi ryouri (おせち料理) adalah hidangan yang terdiri dari berbagai jenis masakan warna warni yang dihidangkan di dalam kotak bento bertingkat yang disebut Ojubako. Jenis masakan yang ada dalam satu kotak hidangan berbeda-beda, namun pada umumnya jenis isi osechi ryouri terdiri dari 16 jenis masakan. Satu keluarga biasanya membeli satu Ojubako dan menikmatinya bersama-sama semua anggota keluarga untuk merayakan tahun baru. Kotak ojubako yang bertingkat juga merupakan simbol untuk harapan bahwa kebahagiaan dan kekayaan akan datang terus menerus seperti kotak yang bertingkat tersebut. Biasanya ojubako terdiri dari satu sampai lima tingkat tiap tingkatannya berisi menu berbeda. Pada umumnya ojubako terbuat dari kayu yang diukir atau dihias agar menarik, di dalam kotak tersebut terdapat sekat/pemisah masakan satu dan yang lainnya, dan osechi pada umumnya terdiri dari tiga dan lima susun kotak yakni:
-         Pada kotak pertama disebut dengan ichi no juu yang berisi masakan iwaizakana atau tiga macam masakan untuk teman minum sake dan makanan pelengkap warna emas mewakilkan simbol kesejahteraan, sementara warna hitam mewakilkan simbol kesehatan.
-          Pada kotak kedua disebut dengan ni no juu yang berisi acar dan masakan pangang.
-       Pada kotak ketiga disebut dangen san no juu yang berisi nimono atau berbagai masakan yang direbus.
-        Dan pada kotak keempat disebut dengan “shi”  karena angka empat “shi” sama bunyi dengan “shi” yang bermaksud “mati” maka dari itu  kotak ke empat di sebut dengan go no juu atau kotak ke lima. Dan pada kotak ini sengaja di kosongkan yang memiliki arti ada tempat kosong untuk menampung rejeki yang akan datang di tahun yang baru ini. Adapunosechi di ojubako adalah sebagai berikut:

1. Udang masak nishime
2. Tatsukuri/tazukuri(ikan teri)
3. Nishime (telur yang di pisahkan putih dan kuningnya)
6. Makanan laut
7. Kombumaki (rumput laut)
8. Kurikinton (kasyanye dan ubi tumbuk)
9. Tobiko (telur ikan terbang)
10. Tai (Ikan kakap bakar)
11. Kazunoko (telur ikan haring)
12. Ketam dan acar
13. Makanan kecil
14. Makanan laut dan daging
15. Kuromame (kacang hitam)
16. Ebi (Udang panggang)
          Jenis jenis masakan tahun baru dan maknanya
kotak o-sechi terdapat sekat atau pemisah jenis jenis masakan yang ada dan setiap masakan memiliki arti yang berbeda beda dan masakan yang dipilih adalah masakan yang tidak mudah basi. Adapun jenis masakan terdiri dari dan maknanya adalah sebagai berikut:

O-toso (お屠蘇) adalah sake untuk kesehatan yang diminum di pagi hari awal tahun.

Daidai ()  adalah jeruk pahit Jepang yang bermakna harapan untuk anak-anak. 

Zoni (雑煮) adalah sup yang berisi mochi.

Makanan inti
Tatsukuri atau Tazukuri (田作り) adalah Sejenis ikan teri yang disebut gomame digongseng dengan bumbu kecap asin dan mirin. Masakan ini merupakan perlambang hasil panen yang melimpah, karena pada zaman dulu ikan ini digunakan sebagai pupuk berkualitas tinggi.

    Kazunoko () adalah masakan telur ikan haring yang berwarna kuning keemasan dengan tekstur agak renyah. Masakan ini memiliki makna keluarga yang sejahtera dengan banyak anak seperti telur telur ikan yang banyak terkandung di dalamnya.
  
   Koromame ( 黒豆) adalah kacang warna hitam yang dipercaya bisa menangkal roh jahat. selain itu dalam bahasa Jepang terdapat sebuah permainan kata “mame ni hataraku”, yang artinya adalah bekerja keras atau “bekerja sekuat tenaga” dan “kesehatan” dan dimakan sebagai harapan agar sehat sepanjang tahun.

  Tataki gobou (たたき牛蒡) adalah Akar/gobou yang berwarna hitam terlihat seperti burung dalam mitologi yang terbang ketika ada panen yang berlimpah. Tataki gobou mempunyai makna untuk memohon perbaikan nasib dan mengundang keberuntungan karena dilihat dari cara memasaknya yang dipukul-pukul lalu dibelah. 

  Subasu adalah Akar teratai, dengan banyak lubang, adalah simbol dari pandangan menuju masa depan/cita-cita.

  Kinpira gobou adalah akar burdock merupakan hidangan yang terkenal di Jepang yang bermakna memohon kekuatan atau fondasi kehidupan.


  Datemaki adalah telur dadar yang digulung bagai kitap sutra dan buku di Jepang pada zaman dahulu berbentuk gulungan, sehingga bentuk datemaki yang seperti gulungan buku  ini melambangkan permohonan untuk bertambahnya pengetahuan dan kepintaran orang yang memakannya.

  Kurikinton memiliki arti “berarti gumpalan emas (kinton) dari buah kastanye (kuri)” dan dibuat dari kastanye (kuri) dan ubi yang ditumbuk. Makanan yang satu ini merupakan simbol keberuntungan ekonomi dan kekayaan. Kurikinton akan lebih baik jika dibuat dengan ubi Jepang, karena rasanya lebih manis, dan akan menghasilkan warna kuning yang terang.

  Kombu maki adalah gangang laut atau rumput laut Kombu masak nimono digunakan sebagai makanan tahun baru karena kombu terdengar mirip kata yorokubu yang artinya kegembiraan sehinga di percaya membawa keberuntungan.

  Kamaboko berwarna merah putih adalah Makanan olahan dari surimi atau daging yang di lumatkan , warna merah di bagian atas kamaboko melambangkan kegembiraan dan warna putih dibagian dalamnya melambangkan kesucian, serta dipakai untuk melambangkan beras merah dan beras putih.

  Otafuku-mame adalah Kacang pembawa keberuntungan dengan rasa manis.

  Chikuzenni masakan ini merupakan masakan ayam dan sayuran yang direbus perlahan dengan api kecil. Untuk tahun baru, sayuran dan konnyaku pada masakan ini dibentuk lebih meriah sebagai bentuk perayaan.

  Surume adalah sotong yang bermakna perayaan 

  Kuwai adalah kecambah dengan akar tunggal yang bermakna sukses dalam karir.


  Satoimo adalah talas jepang atau dikenal dengan Taro Potato yang bermakna sehat dan panjang umur.

  Namasu adalah Acar yang terbuat dari lobak dan wortel. Lobak dan wortel yang berwarna putih dan merah, sebagai perwujudan syukur dan perayaan.

Makanan Pangang

Buri adalah Ikan sunglir  bakar, orang Jepang menyebut ikan ini dengan nama yang berbeda-beda sesuai dengan usia ikan. Ikan yang berhasil menjadi dewasa disebut buri, sehingga dipakai sebagai simbol keberhasilan dan sukses.

Tai () adalah Ikan kakap bakar merupakan salah satu ikan persembahan untuk dewa, sekaligus nama ikan ini dalam bahasa Jepang terdengar mirip kata "medetai" (kegembiraan).


Ebi adalah udang bakar yang panjang dan melengkung dipakai sebagai perlambang orang yang sudah tua, sehingga dimakan sebagai harapan bisa berumur panjang.

Unagi/Belut panggang adalah ikan yang pandai memanjat sehingga digunakan untuk mendoakan keberhasilan naik pangkat/kejayaan  yang cepat.

 Yakizakana adalah Ikan bakar yang bermakna doa untuk karier yang sukses.


" Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blog saya dan jika ada kesalahan atau kekeliruan harap tinggalkan pesan di kolom komentar" 
"Terimakasih :)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A’SEAN ONLINE STORE

    A'SEAN        A’SEAN Official adalah online store yang menjual beragam Fashion style khas asia, A’SEAN Official sendiri cuk...